Tulisan Pertama
Mama selalu bilang kalau aku punya bakat ini.
Mama. mama adalah seorang ibu yang sangat disiplin. Dulu, waktu kami masih sekolah, kami hanya boleh menonton televisi setiap malam minggu. Pada hari biasa, malam adalah waktu nya belajar, mengulang pelajaran disekolah atau mengerjakan pr, setelah pagi hingga siang disekolah dan sorenya mengaji.
Karena itu, malam minggu terasa sangat istimewa. Sederetan acara favorit hingga minggu siang di televisi tak boleh ada yang terlewatkan, tentunya setelah menyelesaikan kegiatan mencuci sepatu dan kaus kaki terlebih dahulu. Semua nya selesai sampai minggu sore, tiba saat nya menyetrika baju sekolah untuk satu minggu.
Seperti itu lah mama mendidik agar kami mandiri dan berharap kami berhasil dikehidupan kelak.
Namun, selalu ada toleransi dan selalu ada alasannya. Ketika itu aku masih di bangku sekolah dasar,kadang aku sengaja menulis sebuah cerpen atau puisi untuk mengindari kewajiban belajar, dan istimewa mama memberikan toleransi asalkan pr telah diselesaikan. Mama akan membaca setiap tulisan ku. Mama akan memungut dan menyimpannya bila tidak sengaja tulisan ku tercecer di kamar, di ruang makan, di ruang tv, bahkan tulisan yang ku anggap tidak bagus sehingga kubiarkan agar tersapu bersama sampah pun akan di ambil mama, kemudian disimpan nya.
Begitulah mama percaya. Seperti itu lah malaikat ku percaya.
mempercayai sesuatu dalam diri ku, yang aku saja sebenarnya tak begitu yakin hal akan itu. Bertahun ku tinggal kan semua itu, lama aku tak menulis, namun aku rindu. Entah benar rindu untuk menulis.Entah karena rindu kepada mama, mungkin dengan menulis seperti sekarang, sedikit tentang dirinya, ku lihat bayangan mama menari - nari dalam ingatan ku. Entah ingin melakukan sesuatu untuk mama karena aku tahu, sedikit sekali yang bisa ku lakukannya untuknya, atau karena begitu banyak rasa dan asa berkecamuk mengkristal, terpahat, berat.
Begitulah dunia, begitulah kawan..seperti itulah malam...
Aku menulis.
Read Users' Comments (0)






